Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Kamis, 24 Juni 2021

WALIKOTA SORONG LEPAS 87 PETUGAS TRACER

Dalam rangka meningkatkan Tracing, Testing, dan Treatment (3T) di Wilayah Kota Sorong, Walikota Sorong, Drs. Ec. L. Jitmau, M.M. melepas 87 petugas tracer Test, Lacak, dan Isolasi (TLI) pada orang yang terkonfirmasi Covid-19 dan kontak erat, Kamis (24/6/2021) di Lapangan Apel Kantor Walikota Sorong.


87 petugas tracer tersebut terdiri dari 41 orang Bhabinsa dari tiap Kelurahan, 41 orang Bhabinkamtibmas dari tiap Kelurahan, dan 5 orang relawan mahasiswa. Petugas tracer ini mempunyai empat tugas penting yaitu:

  1. Mencari dan memantau kontak erat selama karantina dan isolasi.
  2. Memberikan informasi yang benar terkait Covid-19 termasuk pentingnya karantina dan isolasi yang benar.
  3. Memantau kondisi kesehatan orang yang melakukan karantina dan isolasi dengan menanyakan bagaimana keadaan kesehatannya selama masa karantina dan isolasi.
  4. Melaporkan hasil pemantauan kepada petugas puskesmas (Koordinator Tracer), dan menginput hasil pemantauan dengan aplikasi Silacak.


Menurut Ketua Tim Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir, kegiatan tersebut dilaksanakan dari tanggal 28 Juni sampai dengan 31 Desember 2021 dengan wilayah kerja yaitu pada tiap Kelurahan dan Distrik di Kota Sorong.

“Tenaga tracer dilakukan dengan bekerja sama dengan lintas sektor, sehingga tracer akan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dan mahasiswa. 3T yang berjalan dengan baik, diiringi dengan kebijakan vaksinasi Covid-19 saat ini yang sedang berlangsung, diharapkan dapat menurunkan kasus Covid-19, khususnya di Kota Sorong.” kata Ketua Tim Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Sorong. Lebih lanjut dijelaskan oleh Ketua Tim bahwa TLI merupakan salah satu strategi dari pemerintah yang berupaya untuk meningkatkan 3T, sehingga kapasitas pemeriksaan spesimen dapat meningkat, serta kasus konfirmasi maupun kontak eratnya dapat dipantau dan dicatat dengan baik. “Pada 15 Juni 2021, total kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 di Papua Barat sebanyak 9.489 kasus, dan Kota Sorong menyumbang 35% kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Papua Barat.” urai Ketua Tim Satgas.

Sementara itu, Walikota Sorong dalam arahannya mengatakan, petugas tracer secara fisik akan turun melakukan pelacakan terhadap masyarakat di setiap lingkungan kelurahan dan distrik yang kemudian memberikan pencerahan dan arahan.


“Biarlah mereka (Petugas tracer, red) mendengar apa yang disampaikan kepada masyarakat. Inilah tugas pengabdian kita kepada masyarakat Kota Sorong. Biarlah kita sehat dan terhindar dari virus Corona.” kata Walikota. Walikota Sorong pun menyebut jika banyak warga yang terkonfirmasi Covid-19, maka akan ikut mempengaruhi sendi-sendi kehidupan di Kota Sorong yang bukan saja mempengaruhi satu lini, namun di semua lini.


“Untuk mengatasi itu, maka kita ikut bersama dan bekerja keras untuk mengatasi penyebaran virus Corona dari waktu ke waktu.” tutup Walikota. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyematan tanda pengenal kepada empat perwakilan dari Puskesmas Doom, Puskesmas Malanu, Puskesmas Sorong Timur, dan Puskesmas Sorong Barat.(Diskominfo Kota Sorong)