Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Rabu, 7 Juli 2021

WALIKOTA SORONG BERLAKUKAN PPKM BERBASIS MIKRO

Walikota Sorong, Drs. Ec. L. Jitmau, M.M., mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 443/552, tanggal 6 Juli 2021, tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Kampung dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Surat Edaran ini berlaku mulai tanggal 6 sampai dengan 20 Juli 2021 dengan kegiatan yang dibatasi yaitu kegiatan perkantoran, sosial kemasyarakatan, pelaku usaha/swasta, pembatasan perjalanan orang dalam wilayah kota Sorong, dan pembatasan perjalanan orang ke Kota Sorong, pembatasan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), kegiatan keagamaan, penyampaian aspirasi, konvoi dan lainnya. Untuk kegiatan persemayam jenazah, kedukaan dan pemakaman, tetap dapat dilakukan dengan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Untuk pelaksanaan PPKM berbasis mikro di Kota Sorong, sesuai dengan surat edaran Walikota Sorong, akan dilakukan hingga tingkat Kelurahan atau Kampung, serta RT dan RW. Menurut Walikota, hampir sebagian besar PPKM yang dilakukan saat ini sudah pernah diberlakukan pada tahun 2020. “Hampir sebagian besar sudah saya berlakukan di tahun 2020. Saya pernah mengeluarkan Surat Edaran pada bulan Maret 2020. Hasilnya luar biasa, karena Kota Sorong sukses sampai pada akhir November - Desember.” kata Walikota. 

Walikota pun menyebut bahwa pada bulan Januari 2021, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di kota Sorong semakin meningkat, hal itu terus terjadi hingga tiga minggu terakhir di bulan Juni 2021, dengan persentase kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 98,4%. Namun pada dua minggu terakhir terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Sorong dengan persentase kesembuhan yang sebelumnya 98,4% turun menjadi 94%. “Kita mempunyai harapan bersama, bahwa berakhirnya virus ini lebih cepat lebih baik. Tapi keinginan itu melenceng dari kenyataan, karena terjadi peningkatan dalam dua minggu terakhir.” ucap Walikota.

Terkait dengan banyaknya pasien Covid-19 yang melebihi kapasitas rumah sakit, Dinas Kesehatan dan tim Satgas Covid-19 telah melaporkan kepada Walikota Sorong bahwa apabila ada penambahan pasien Covid-19 lagi dan tidak bisa ditampung di rumah sakit, maka akan dicari tempat untuk dilakukan perawatan. “Untuk Diklat Kampung Salak, sudah kami siapkan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 pada tahun 2020. Tapi itu sudah kami tutup sejak 6 atau 7 bulan yang lalu, karena tidak ada lagi pasien di sana,” ungkap Walikota.

Dengan terjadinya peningkatan pasien Covid-19 di Kota Sorong, Walikota telah memerintahkan Sekretaris Daerah dan tim Satgas Covid-19 untuk membuka kembali tempat karantina Diklat Kampung Salak. Walikota juga meminta kepada Sekda dan tim terkait untuk menginventarisir kekurangan yang ada pada Diklat Kampung Salak agar dapat dilengkapi untuk menjaga kemungkinan terjadinya lonjakan pasien Covid-19 di Kota Sorong.  “Jika pasien positif covid semakin meningkat dan tidak sebanding dengan kapasitas rumah sakit, pasti kami akan pindahkan ke Diklat Kampung Salak,” kata Wali Kota seraya menambahkan bahwa hal-hal lainnya tentu akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan. 

Walikota mengakui dalam Surat Edaran PPKM berbasis mikro yang dikeluarkannya tidak akan mengecewakan masyarakat Kota Sorong, contohnya yaitu warung makan tidak ditutup. Namun demikian, Surat Edaran yang berlaku hingga 14 hari ke depan tersebut akan ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan Covid-19 di Kota Sorong. “Mudah-mudahan tingkat kesembuhan semakin tinggi, sesuai dengan harapan kita semua. Saya juga berharap, semoga kita semua terhindar dari virus Corona.” harap Walikota.

Menyoal aktivitas bandara dan pelabuhan, Walikota menegaskan akan dilakukan pengawasan yang ketat di kedua tempat tersebut. Untuk bandara, jumlah penumpang akan dibatasi, sedang untuk kapal laut, untuk saat ini tidak diizinkan menurunkan penumpang, dan hanya dapat menurunkan logistik saja. “Kalau penumpang dari kota Sorong yang berangkat ke daerah lain tetap bisa. Saya sangat yakin, tempat keluar masuknya virus Corona hanya melalui pelabuhan laut dan bandara, sehingga perlu dilakukan pengawasan yang ketat.” kata Walikota.

Walikota juga meminta kepada seluruh Kepala Daerah di wilayah Sorong Raya agar dapat mengirimkan tenaga kesehatan guna melakukan pengawasan terhadap warganya yang datang dan pergi dari atau ke Kota Sorong. “Jadi jangan merepotkan Walikota dan stafnya di Kota Sorong. Saya punya banyak warga, sehingga jangan membawa beban dari luar untuk menambah beban saya di Kota Sorong.” ujar Walikota diakhir jumpa pers. (Diskominfo Kota Sorong)