Beritadetail
RAFSAN ARIF | Jumat, 2 Oktober 2020

SEKDA KOTA SORONG LEPAS MASA PURNA BAKTI, INI KATA MAMA WELLY

Pemerintah Kota Sorong menggelar acara perpisahan sekaligus prosesi pelepasan Sekretaris Daerah Kota Sorong, Dra. Welly Tigtigweria yang akrab dipanggil mama Sekda, yang memasuki masa purnabakti, Kamis (1/9/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung Samu Siret kompleks Kantor Walikota Sorong, dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat.

Tak dipungkiri, segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk memulai, ada waktu untuk mengakhiri. Hal itu juga berlaku bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Purnabakti adalah proses alamiah, yang bakal dihadapi oleh setiap ASN untuk mengakhiri masa tugasnya sebagai seorang abdi negara dan abdi masyarakat.


“Kurang lebih 30 tahun saya mengabdi sebagai ASN, dan juga sebagai Sekertaris Daerah Kota Sorong. Ini bukan maunya siapa-siapa, Ini karena memang sesuai dengan undang-undang ASN nomor 5 tahun 2014, maupun peraturan-peraturan lainnya yang mendukung dibidang kepegawaian,” kata mama Welly.

Dirinya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak, yang telah mendukungnya selama menjalankan tugas sebagai Sekda. Tak lupa, ucaparan terima kasih juga diberikan kepada Walikota Sorong, Drs. Ec. Lamberthus Jitmau, MM dan Wakil Walikota, dr. Hj. Pahimash Iskandar, yang selalu memberikan arahan-arahan terbaik kepada dirinya.

Dalam kesan tersebut, mama Welly sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan Walikota kepadanya, karena diantara tiga ribu lebih ASN yang berada di Kota Sorong, justru dirinya yang dipercayakan untuk bertanggungjawab dalam jabatan sebagai Sekretaris Daerah, dimana jabatan tersebut merupakan jabatan puncak di dalam ASN.

“Ketika bapak Walikota sorong datang ke rumah untuk saya meminta kesediaan saya menjadi calon Sekda, saya berpikir, bahwa sekda memiliki tugas dan tanggung jawab berat. Tapi saya terima kepercayaan yang diberikan kepada saya,” cerita mama Welly penuh haru.

Dalam benaknya, jabatan Sekda bukanlah jabatan yang dalam tugasnya harus bekerja seorang diri. Namun masih ada dukungan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

“Kepercayaan yang tidak pernah pikirkan, bahwa saya akan mendapatkan jabatan menjadi Sekretaris Daerah. Hari ini, saya Welly Tigtigweria meninggalkan kantor Walikota. Tapi besok, akan ada yang menggantikan saya di sini. Terimakasih untuk semua dukungan yang diberikan kepada saya selama ini,” ucap mama Welly lagi.


Masih di tempat yang sama, Walikota Sorong dalam sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada mama Welly yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Saya selaku Walikota Sorong beserta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Sorong, mengucapkan banyak terimakasih dan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekda Kota Sorong, atas dedikasi, prestasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama menjadi ASN,”  ujar Walikota.

Perlu diketahui, mama Welly merupakan perempuan papua pertama di Provinsi Papua dan Papua Barat, yang menduduki eselon tertinggi dengan jabatan Sekretaris Daerah. Menjadi suatu kebanggaan orang asli papua dan Kota Sorong, dimana harus berpisah dengan wanita hebat yaitu, Dra. Welly Tigtigweria.

Dijelaskan Walikota,  untuk menjadi Sekda tidaklah semudah membalik telapak tangan dan tidak segampang yang orang inginkan. Namun harus benar-benar melalui proses dalam penguasaan tugas, agar mampu menjadi pembimbing atau mentor bagi bawahannya.

“Kemarin (Rabu, 30 September 2020, red), saya lantik sejumlah pejabat eselon II ada IV, semua dibagi rata. Pria dua orang dan wanita dua orang. Semua itu untuk kesetaraan gender di kota ini. Mereka para wanita juga bisa, bukan hanya berfungsi untuk mengurus rumah, bapak dan anak-anak. Tapi mereka juga dapat berperan sebagai pemimpin untuk mengatur negara dan negeri ini. Terima kasih ibu Dra. Welly Tigtigweria, untuk pengabdiannya di kota ini,” ucap Walikota diakhir sambutannya. (Diskominfo Kota Sorong)