Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Rabu, 15 Desember 2021

SEKDA KOTA SORONG BUKA KEGIATAN PENGELOLAAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL, AKUPUNTUR, ASUHAN MANDIRI

Sekretaris Daerah kota Sorong, Drs. Yakob M. Kareth, M.Si, membuka kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Akupuntur, Asuhan Mandiri dan Tradisional lainnya, yang  digelar Dinas Kesehatan Kota Sorong di Hotel Mariat, Rabu, (15/12/2021).

Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari yakni, 15-16 Desember 2021 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari, Kepala Puskesmas pemegang program kesehatan tradisional 20 orang yaitu, 10 dokter untuk pelatihan dan 10 tenaga kesehatan lainnya untuk pelatihan akupuntur.


Sumber dana kegiatan berasal dari ana otsus tahun 2021, yang bersumber dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Kota Sorong .

Ketua panitia, Lueya Wattimena, SKM dalam laporannya mengatakan, pengobatan tradisional selama ribuan tahun dengan penyedia layanan kesehatan primer di tingkat masyarakat tradisional, mengacu pada pengetahuan keyakinan dan pengalaman adat budaya yang berbeda, dan digunakan untuk memelihara kesehatan pencegahan atau pengobatan dan mental. 

Metode pengobatan tradisional, lanjutnya, semakin populer dan diminati masyarakat, namun keamanan dan kontrol cukup memprihatinkan. Berbagai praktek pengobatan tradisional perlu dikembangkan dalam budaya yang berbeda di berbagai daerah, namun belum mempunyai standar yang paralel dengan standar internasional, dan belum adanya metode yang tepat untuk evaluasinya. 

“Ini dapat dilakukan dengan mengutamakan petugas, terutama penanggung jawab program, agar dapat memahami dan melakukan perencanaan pelaksanaan evaluasi, untuk dapat dimanfaatkan secara aman oleh masyarakat,” kata Ketua Panitia.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sorong dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan undang undang nomor 36 tahun 2009, disebutkan bahwa  pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu dari 17 kegiatan dalam upaya kesehatan, yang harus di selenggarakan secara komprensif dan berkesinambungan.

Berdasarkan jenis pelayanannya, di bagi menjadi yankestrad empiris, yankestrad komplementer dan yankestrad integrasi. Pelayanan kesehatan tradisional dapat diintegrasikan di fasilitas pelayanan kesehatan antara lain, akupuntur,  akupresure, herbal, pijit baduta, dan hipnoterapi. 


Sambungnya diakhir sambutan, kondisi tersebut akan tetap berkembang sesuai dengan perkembangan pelayanan kesehatan tradisional di dunia. Usai itu, Sekda membuka kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Akupuntur, Asuhan Mandiri dan Tradisional lainnya, yang ditandai dengan pemukulan tifa sebanyak lima kali. (Diskominfo Kota Sorong)