Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Kamis, 18 November 2021

SEKDA KOTA SORONG BUKA BIMTEK MANAJEMEN PETERNAKAN BABI

Sekretaris Daerah Kota Sorong, Drs. Yakob M. Kareth, M.Si, membuka kegiatan Bimtek Manajemen Peternakan Babi di Kota Sorong, Kamis (18/11/2021) yang bertempat di Hotel Vega.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, yakni Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian, Kementerian Pertanian.


Direktur Politeknik Pembangunan Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes dalam laporannya mengatakan, dilaksanakannnya kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kunjungan Presiden RI, Ir. Joko Widodo,  yang didampingi Menteri Pertanian, Dr H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H.

Saat itu, Menteri Syahrul berkenan mengundang tokoh-tokoh adat di kota sorong, terkait dengan tuntunan pembangunan pertanian, khususnya di Kota Sorong maupun Sorong Raya.

“Hasil diskusi kami dan teman-teman, terpilihlah salah satu komiditi peternakan babi, untuk dikembangkan di Kota Sorong. Terkait peternakan babi ini, tentunya juga sejalan dengan program Dinas Pertanian Kota Sorong”, kata Direktur.


Menurutnya, ada tiga poin besar dalam hal tersebut yaitu,  Pertama, pemenuhan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia sekitar 270 juta penduduk. Kedua, terkait kesejahteraan petani. Artinya, apakah produksi pangan tercukupi atau tidak. Ketiga, peningkatan ekspor.

Sementara itu Sekda Kota Sorong dalam sambutannya mengatakan, melalui kegiatan bimtek manajemen peternakan babi, pelaku penyuluh peternakan dapat membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi peternakan babi di kota Sorong, dan juga Provinsi Papua Barat melalui peningkatan mutu genetik.

Sebut Sekda, dalam membangun pertanian, harus memiliki kemampuan pengetahuan keterampilan dan sikap yang baik. Pemerintah ingin meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan meminimalkan persentase kemiskinan, melalui peningkatan kemampuan petani dan penyuluh pertanian di era pandemi covid-19.

“Peternakan merupakan salah satu subsektor pertanian yang berpeluang. Beberapa dikembangkan, namun hingga kini upaya pengembangan peternakan belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, maupun pasar dalam negeri,” ujar Sekda.

Sambungnya, prospek pengembangan budidaya ternak babi ke depan mempunyai peluang besar. Hal ini memberi petunjuk bahwa, potensi ternak babi dapat berkembang apabila teknologi yang digunakan secara baik dan benar. Dalam hal ini, dapat disebabkan oleh berbagai kelemahan dalam sistem pengembangan usaha peternakan.

Penyuluh Pertanian punya peran strategis untuk membangun pertanian di Indonesia, karena mempunyai tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan non formal bagi petani nelayan, serta mendampingi petani untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan tentang usaha tani. 

“Hal ini dapat mendidik petani, agar mampu memberdayakan semua potensinya dalam menyebarkan informasi inovasi-inovasi baru kepada petani, tentang bagaimana usaha tani dengan baik,” tandas Sekda diakhir sambutan.


Usai itu, kegiatan dibuka Sekda yang ditandai dengan pemukulan tifa sebanyak lima kali. Selain Sekda dan Direktur Politeknik, kegiatan tersebut juga dihadiri narasumber, Kepala Dinas Pertanian kota Sorong, Kepala BPTP Papua Barat, Babinsa, dan tokoh adat. Selain itu, peserta pada kegiatan ini sebanyak 30 orang. (Diskominfo Kota Sorong)