Beritadetail
ABRAHAM L | Kamis, 14 Januari 2021

SEBANYAK 2.600 VIAL VAKSIN CORONA SINOVAC TIBA DI KOTA SORONG

Tahap Pertama Untuk Tenaga Kesehatan.
Walikota Sorong, Drs. Ec. Lamberthus Jitmau, MM didampingi Sekda dan pimpinan OPD di lingkungan pemerintah Kota Sorong, serta Kapolres Sorong Kota dan Kasdim 1802/Sorong, menjemput 2.600 vial vaksin sinovac di Bandara DEO Sorong, yang dibawa menggunakan Batik Air ID 6155 pada pukul 11.30 WIT, Kamis (14/01/2021).


Penyerahan dilakukan dengan penandatangan berita acara oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Muhammad A. Tawakal dan Walikota Sorong di Bandara Deo. Usai itu, vaksin dibawa ke Gudang Farmasi milik Dinas Kesehatan Kota Sorong yang berlokasi di Jalan Malibela, Km 11.


Saat pengantaran, vaksin dikawal ketat anggota Tim Gegana dari Brimob Detasemen Pelopor A Sorong dengan menggunakan mobil barakuda, dan anggota Polres Sorong Kota. Vaksin tersebut disimpan di tempat penyimpanan khusus untuk menjaga suhunya, dimana suhu vaksin Corona Sinovac harus berada pada suhu 2-8 derajad celsius.

Muhammad A. Tawakal pada kesempatan itu menjelaskan, vaksin Corona Sinovac yang didistriusikan ke Kota Sorong akan diberikan secara bertahap oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dimana 2.600 vaksin yang telah tiba di Kota Sorong pada hari ini (Kamis, 14 Januari 2021, red) merupakan tahap pertama.

“Untuk saat ini, baru tiga kabupaten. Sedang untuk kabupaten lain kami masih menunggu petunjuk selanjutnya. Untuk Kota Sorong 2.600, Kabupaten Manokwari Selatan 360 dan kabupaten Manokwari 4.200,” jelas Staf Ahli Gubernur Bidang Pemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Edi Sunandar, ST.,M.Si memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Sorong, yang memiliki tempat penyimpanan vaksin Corona Sinovac yang layak, sesuai dengan standar untuk menyimpan vaksin.

“Vaksin ini disimpan dengan suhu 2-8 derajad celsius. Saya melihat dan mengecek sendiri, ternyata tempat penyimpanannya sangat layak. Yang dikirim ke Kota Sorong itu 2.600 vial. Untuk tenaga kesehatan yang pertama sebanyak 1.300 tenaga kesehatan,” aku Edi.
Lanjutnya, pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac dilakukan sebanyak dua kali, sehingga 1.300 vaksin yang tersisa akan disuntik kepada tenaga kesehatan yang sama setelah 14 hari berikutnya sejak dilakukan penyuntikan pertama.

Perlu diketahui, vaksin Covid-19 ini bersifat inactivated atau mati, sehingga tidak dapat berkembang biak. Namun, bukan berarti jika sudah disuntik sekali, maka tidak akan tertular virus Corona.

Seperti yang dikutip kabar24.bisnis.com pada jeda antara vaksin pertama dan kedua, penerima vaksin harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena antibodi belum secara penuh terbentuk.

Proses penyuntikkan tidak dapat dilakukan dalam satu kali dengan menggunakan dua dosis sekaligus, namun secara bertahap. Jika dipaksakan penyuntikan dua dosis dalam satu kali suntik, dapat berakibat munculnya efek samping.

Kata Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, diperlukan dua kali suntik agar antibodi dapat ‘full’. Soal pendistribusian vaksin, memerlukan kontribusi rantai pendingin bergerak. Namun menurutnya, suhu di dalam cool box yang berisi vaksin terjaga dengan baik, karena terdapat thermometer muller dan freeze tag.

“Saat kami membawanya, ada Balai POM menyaksikannya. Jadi untuk vaksin rantai dingin ini ada thermometernya. Jadi aman, karena sebelumnya ini merupakan pekerjaan rutin kami,” aku Edi Sunandar.

Di tempat yang sama, Walikota Sorong menjelaskan, vaksin Corona Sinovac yang tiba di Kota Sorong, tidak bisa langsung dilakukan vaksinasi keesokan harinya. Namun pihaknya harus memberi kesempatan kepada para medis dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan persiapan-persiapan menyangkut vaksin tersebut.

“Ini termasuk harus ada sosialisasi kepada masyarakat dan waktu pendaftaran siapa yang bersedia untuk divaksin. Setelah itu baru bisa diketahui siapa yang layak untuk divaksin dan siapa yang tidak,” kata Walikota Sorong. (Diskominfo Kota Sorong)