Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Jumat, 1 Oktober 2021

PEMKOT SORONG GELAR UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA

Pemerintah kota Sorong menggelar upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila tahun 2021, yang dilaksanakan di gedung Drs. Ec. Lamberthus Jitmau, M.M, Jumat (1/10/21). Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Wali Kota Sorong, dr. Hj. Pahimah Iskandar.

Awalnya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di lapangan apel kantor Walikota Sorong. Namun, dengan kondisi hujan yang cukup lebat, akhirnya kegiatan tersebut dilaksanakan di dalam gedung.


Pada upacara tersebut, juga dihadiri Wali Kota Sorong, TNI dan Polri, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para pejabat di lingkungan pemerintah kota Sorong, dan sejumlah aparatur sipil negara yang diutus tiap-tiap OPD untuk mengikuti kegiatan tersebut.


Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, M.M seusai kegiatan menyampaikan, selaku warga negara Indonesia, perlu menengok kembali sejarah, dimana saat itu, ada tantangan yang datang dari luar maupun dari dalam Indonesia, yang ingin mengganggu keutuhan pancasila.


“Tapi para tokoh pejuang menghadirkan negara ini, dengan mempertahankan pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang patut dijunjung tinggi di negara ini sampai kapanpun,” tegas Wali Kota.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dalam pidatonya di hari kesaktian pancasila tahun 2021, pada halaman youtube Kemendikbud RI, mengatakan, merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila merupakan awal yang baik untuk menyatukan cita-cita dan langkah ke depan.

Pada situasi pandemi saat ini, telah menunjukkan dengan lebih jelas sejumlah tantangan yang harus ditangani, untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Salah satu dari tantangan tersebut adalah ketimpangan geografis dan sosiologis yang menyebabkan tidak semua anak Indonesia mendapatkan akses terhadap pendidikan selama pandemi,” kata Mendikbudristek.

Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila perlu dijadikan momentum, untuk merefleksikan hal-hal yang telah dan harus dilakukan, guna menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di masa kini dan di masa yang akan datang.

Selama ini, lanjut Mendikbudristek, upaya yang dilakukan lebih berfokus pada hasil akhir, dengan mengesampingkan integrasi sosial budaya dan pelestarian lingkungan. Hal tersebut kurang sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan, yang menyelaraskan potensi sumber daya alam dengan sumber daya manusia. 


“Menyadari hal tersebut, inilah waktunya kita merancang keseimbangan baru yang mengedepankan kemajuan semua kelompok masyarakat, dan memprioritaskan konservasi alam,” ujar Mendikbudristek.

Sambungnya, pancasila akan berperan sebagai titik berangkat, sekaligus tujuan pembangunan bangsa dan negara. Kebangkitan dan kemajuan bangsa dari pandemi, ditentukan oleh kemerdekaan anak-anak Indonesia untuk mengembangkan potensinya sendiri, dengan kemampuan dan panggilan hatinya. (Diskominfo Kota Sorong)