Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Senin, 25 Oktober 2021

KUNJUNGI STIKES PAPUA, MENPAREKRAF: DAMPAK PANDEMI SANGAT LUAR BIASA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, saat mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Papua Sorong, Senin (25/10/2021). Pada Dalam kunjungan tersebut, Menparekraf didampingi Sekretaris Daerah Kota Sorong, Drs. Yakob M. Kareth, M.Si, dan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah Kota Sorong.

Pada kesempatan itu, Menparekraf dalam arahannya mengatakan, dampak dari pandemi covid-19 sangatlah luar biasa, dimana jika dilihat dari segi wisatawan, mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal ini pun terjadi di Kota Sorong sebagai tempat singgah dari berbagai destinasi wisata di Papua dan Papua Barat.


Turunnya kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 75% pada tahun 2020, dan 80% pada tahun 2021 mengakibatkan luluh lantahnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun demikian, adanya suatu resiliensi atau pertangguhan dari generasi muda yang menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, ada tiga sektor menjadi pembuka lapangan kerja yaitu, kuliner, kriya, dan fashion. Namun demikian, saat ini kesehatan menjadi sektor yang paling tinggi pertumbuhannya di tengah-tengah pandemi covid-19, dan tantangan ekonomi.

“Tapi kesehatan ini harus dibalut dengan teknologi dan aplikasi. Saya ingin mengingatkan seluruh jajaran yang ada di Stikes Papua, teknologi digitalisasi adalah, bagian daripada bagaimana Stikes Papua meningatkan nilai tambah dari program kesehatan, dan bagaimana kita mendorong edukasi berbasis teknologi,” ungkap Menparekraf.

Diakui, Dirinya mempunyai usaha dibidang kesehatan pada awal tahun 2010 hingga 2015. Dari pengalaman tersebut, dirinya melihat jika bidang kesehatan haruslah begerak dari rehabiliatatif dan kuratif, menjadi promotif dan presentif. 

“Bagaimana gaya hidup sehat, olahraga, tidur yang cukup, nutrisi yang bergizi, dan lainnya yang menjadi bagian daripada kehidupan kita,” kata Menparekraf.

Sambungnya,  potensi digital di Indonesia telah mencapai 160 juta, atau 60% penggunaan media sosial yang didominasi oleh anak-anak muda, dimana kaum milenial usia 21 sampai 36 tahun mendominsi 23% dari seluruh populasi.

Namun demikian, Indonesia masih memiliki tantangan. Dari usaha-usaha yang dibangun di ekonomi kreatif, baru 9% yang menggunakan teknologi informasi, sehingga belum optimal. Selain itu,  sebagian besar dari 90% masih menggunakan modal sendiri, dan skalanya masih mikro dibawah 300juta/tahun.

“Oleh karena itu, saya canangkan Stikes Papua, saatnya kita go digital. Kita harus canangkan kesehatan berbasis digital. Saya akan hadirkan halo doc, good doctor, juga perusahaan-perusahaaan hell tech, untuk turut melihat Papua dan Papua Barat, karena kita memiliki potensi yang sangat luar biasa,” kata Menparekraf.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sorong dalam sambutan singkatnya, menjelaskan tentang kondisi geografis kota Sorong, dan juga perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua Barat, khususnya di Kota Sorong.


Disebutkan, dengan perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mendorong perkembangan ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam suatu sistem berdaya saing. (Diskominfo Kota Sorong)