Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Kamis, 18 November 2021

KADIS KOPERASI DAN UMKM KOTA SORONG BUKA PELATIHAN DEA

Mewakili Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, M.M, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sorong, Yance Jitmau, S.E, membuka kegiatan pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA), yaitu memulai berwirausahasecara digital, yang dilaksanakan di Swiss bel hotel, Kamis (18/11/2021).

Ketua Panitia, Drs. Syarifudin Akbar M.Si dalam laporannya menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dengan Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Kominfo dan Dinas Koperasi dan UMKM.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari ini, dan diikuti pelaku bisnis UMKM, dimana para peserta akan dilatih untuk membuat konten secara digital, membuat website sederhana, dan membuat toko digital,” ungkap Ketua Panitia.


Kepala Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Kominfo Makassar, DR. R.M. Agung Harimurti mengatakan, Indonesia memiliki pasar potensial dalam industri ekonomi digital, sehingga membutuhkan banyak wirausahaan baru.

Berdasarkan sensus tahun 2020, Jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta orang, sedang Indoensia mempunyai aset investasi pasar digital pada tahun 2021 diperkirakan sebesar US$130 miliar. Angka ini  akan terus berkembang, sehigga pada  lima tahun mendatang akan berkembang menjadi US$225 miliar.

“Ada dua sisi yang dapat kita lihat dari dua informasi ini. Menggembirakan itu pasti, karena kita akan menjadi pasar digital terbesar di Asia yaitu berada pada posisi nomor 4, dan 10 besar di dunia. Tapi dari pasar yang besar itu, ternyata belum banyak yang bisa dinikmati oleh bangsa Indonesia,” aku Kepala Balai.


Menurutnya, masih banyak produk atau aplikasi yang ada dalam ekosistem ekonomi digital, dibuat oleh negara. Artinya, pasar yang sebesar itu, devisanya masih dinikmati atau dimiliki oleh negara lain. Dengan dilaksanakannya pelatihan DEA, pemerintah ingin mencoba merebut kembali pasar domestik (belum eksport) untuk ekonomi digital.

Menurut riset di World Economic Forum, untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Indonesia membutuhkan sekitar 900 ribu orang tenaga terampil dibidang digital, yang harus diciptakan dalam waktu satu tahun. Jika sampai tahun 2030, artinya Indoensia membutuhkan 90 juta orang yang mempunyai keterampilan digital.

Dari data statistik yang ada, ternyata hanya 400 ribu tenaga terampilan digital yang dapat disediakan Indonesia. Ke-400 ribu orang talenta digital tersebut berasal dari dari lulusan SMK vokasi, dan sarjana S-1 sampai S-3 yang menggeluti bidang informatika, sehingga hanya 400 ribu orang saja yang ada, sementara Indoensia masih membutuhkan 500 ribu orang tenaga terampil dibidang digital.

“Oleh karena itu, diselenggarakan kegiatan ini merupakan salah satunya untuk menutup yang 500 ribu tadi, supaya kita mempunyai produk 900 ribu tenaga terampil dibidang digital. Jika demikian, nantinya kita akan menguasai pasar ekonomi digital, dan bisa menjadi tuan pasar ekonomi digital di Asia dan di dunia,” kata Kepala Balai.

Dijelaskan, terdapat tiga pilar pada ekonomi digiital yaitu, pilar infrastruktur (akses internet dan lainnya), pilar usaha (Ekonomi digital), dan pilar keterampilan digital. Pada pelatihan DEA, peserta dilatih untuk mempelajari dua pilar yaitu, pilar keterampilan digitaldan pilar usaha.

Sementara itu, Wali Kota Sorong dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Koperasi Kota Sorong mengatakan, sektor ekonomi merupakan salah satu sektor yang mengalami dampak serius dari pandemic covid-19. 

Pelaku UMKM mengalami krisis akibat menurunnya daya beli masyarakat, yang tentunya sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usahanya. krisis ekonomi yang dialami UMKM, tanpa disadari dapat menjadi ancaman perekonomian nasional. oleh karena itu, pembinaan dan bantuan untuk UMKM di masa pandemi, perlu menjadi perhatian banyak pihak, terutama lembaga pemerintah.


“Kegiatan yang digelar hari ini, menjadi salah satu perhatian pemerintah kepada pelaku UMKM, yang tentunya sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM. Dengan digitalisasi, membuat UMKM menjadi lebih mudah dan cepat berkembang, memudahkan dalam pendataan, kerjasama dengan marketplace terkait pemasaran produk, dan juga dapat memperluas pasar,” kata Kepala Dinas.

Disebutkan, Pemerintah Kota Sorong memberikan apresiasi kepada Kementerian Kominfo melalui Balai Penelitian Pengembangan SDM, yang telah memberikan pelatihan DEA, guna menumbuhkan keyakinan kuat yang ada dalam diri peserta untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya.


“Dengan adanya program ini, dapat mendorong peningkatan kualitas pengembangan SMD, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pesan saya kepada peserta UMKM yang mengikuti pelatihan, agar mengikuti kegiatan ini sampai dengan selesai, agar dapat diimplementasikan pada usaha yang digelutinya,” kata Kepala Dinas. (Diskominfo Kota Sorong)