Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Sabtu, 21 Agustus 2021

DINAS KESEHATAN KOTA SORONG GELAR REGULASI DAN REMBUK STUNTING

Sesuai dengan target Presiden RI, Ir. Joko Widodo, untuk menurunkan angka prevalensi stunting menjadi 14 persen di tahun 2024, maka Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Kesehatan Kota Sorong melaksanakan kegiatan Regulasi Stunting dan Kegiatan Rembuk Stunting, yang dilaksanakan pada tanggal 18 sampai dengan 20 Agustus 2021 sebagai upaya untuk mendukung menurunkan kasus stunting di Kota Sorong. 


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Hermanus Kalasuat. Dalam arahannya disampaikan, pada bulan Februari 2020 silam, jumlah kasus stunting di Kota Sorong sebanyak 1.026 kasus. Namun mengalami penurunan pada bulan Februari 2021 menjadi 668 kasus. 


Ini merupakan bukti keseriusan Pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi masalah stunting. Harapannya, OPD-OPD terkait dapat bersinergi dalam upaya menurunkan angka kasus stunting di Kota Sorong. “Alasannya, karena Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri,” tutur Kadis kesehatan.


Perlu diketahui, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan ganguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya. (Diskominfo Kota Sorong)