Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Rabu, 1 Desember 2021

DARI PERAYAAN NATAL OIKUMENE PEMKOT SORONG, WALIKOTA: PERBEDAAN BUKAN JADI JURANG PEMISAH, TAPI JADI MODAL UTAMA

Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, M.M pada perayaan Natal Oikumene tahun 2021 yang digelar Pemerintah Kota Sorong, Rabu (1/12/2021) mengatakan, kebersamaan harus tetap dijaga sekalipun ada perbedaan persepsi, suku, ras dan lainnya.

“Itu bukan menjadi jurang pemisah bagi kita, tapi menjadi modal utama untuk bersatu di Tanah ini. Jika daerah ini aman, kita bisa tetap melakukan aktivitas,” kata Wali Kota dalam sambutannya di gedung Drs. Ec. L. Jitmau, M.M.


Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 WIT, yang diawali dengan ibadah bersama, sambutan Wali Kota, dan ramah tamah. Jalannya ibadah dilayani oleh dua hamba Tuhan yakni, Pdt. Rein Tanawani MA, M.Th dan Pendeta Christian Paraibabo, S.Th.

Pada perayaan natal tahun ini, tema yang diangkat yaitu, “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”, dengan sub tema, “Natal Menjadi Momentum Wujud Persaudaraan antar Sesama ASN Lingkup Pemerintah dan Masyarakat”. 

Dalam khotbahnya, Pdt Chris Paraibabo mengatakan, diangkatnya tema natal tersebut oleh persekutuan gereja-gereja di Indonesia, dan kongres majelis Indonesia dari Katolik, karena situasi gereja, umat kristen, bahkan seluruh bangsa dan negara pada tahun 2021, berada dalam kondisi pergumulan, masalah dan persoalan yang bertubi-tubi.


“Tema ini ingin memberikan harapan kepada gereja dan umat kristen, tentang kasih dan cinta Kristus. Akan tetapi, kita masih sering membedakan cinta dan kasih. Katanya cinta itu antara manusia yang satu dengan yang lain. Kasih itu antara Allah dan manusia. Tapi, Alkitab tidak membedakan dua kata ini,” kata Pendeta.

Sementara itu, Wali Kota Sorong dalam sambutannya mengatakan, semoga damai natal memberi makna penting bagi setiap kehidupan manusia, terlebih seluruh lapisan masyarakat di Kota Sorong.

Dari tema natal tahun 2021, Wali Kota mengajak masyarakat Kota Sorong untuk meningkatkan persaudaraan berdasarkan rasa kebangsaan, yang merupakan bentuk persaudaraan yang diikat oleh rasa nasionalisme, tanpa membedakan agama, suku, ras, adat istiadat dan budaya, serta aspek-aspek lainnya.

“Saya berharap dengan damai natal tahun 2021, kita dapat membangun kebersamaan kita di lingkungan pemerintah Kota Sorong, serta masyarakat dengan saling pengertian dengan hidup secara harmonis. Selain itu,  melalui damai natal, kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran tentang wabah covid-19 yang telah terjadi selama dua tahun,” tutur Wali Kota. 

Mudah-mudahan, sambungnya, melalui momentum bulan natal tahun 2021, wabah covid-19 dapat sirna dari bumi ini. Menurut Wali Kota, tanggal 1 Desember merupakan tanggal yang penuh sukacita, dan merupakan tanggal yang penuh damai bagi umat kristiani yang tersebar di belahan dunia. 

Untuk itu, Wali Kota berharap bagi setiap kepala suku yang ada di Kota Sorong, agar dapat memberikan imbauan kepada masyarakat, agar tetap saling bergandengan tangan satu sama lain, serta merayakan natal dengan damai dan tenang. 

“Saya sangat berbahagia, karena kita telah memasuki bulan Natal dan suci. Hari ini kita merayakan Natal Oikumene Pemerintah Kota Sorong dengan rasa syukur dan bahagia,” ucap Wali Kota.

Kegiatan ini juga disemarakkan oleh penyanyi dan musisi lokal, yang juga ASN pemerintah Kota Sorong, vocal group Sahabat, tarian ungkapan syukur dari Sanggar Lampisi. Selain itu, perayaan Natal Oikumene Pemkot Sorong tahun 2021 dihadiri Waliko Wali Kota Sorong, dr. Hj. Pahimah Iskandar, Dandim 1802/Sorong, Kapolres Sorong Kota, Kajari Sorong, serta pimpinan OPD dan ASN di lingkungan pemerintah Kota Sorong. (Diskominfo Kota Sorong)