Beritadetail
DECKY D. KALAGISON | Jumat, 2 Juli 2021

AKTIVITAS KEGEMPAAN WILAYAH PAPUA BARAT PERIODE BULAN JUNI 2021

Aktivitas gempa bumi di sekitar wilayah Papua Barat dan sekitarnya selama bulan Juni 2021 yang tercatat oleh sensor seismik Papua Barat telah terjadi sebanyak 140 kejadian yang didominasi oleh gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3 < M ≤ 5 sebanyak 91 kejadian dan juga di dominasi oleh gempa bumi dengan kedalaman dangkal antara 0 - 60 kilometer sebanyak 112 kejadian. Sebagian besar kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas sesar (patahan) lokal.

Kejadian gempa bumi pada bulan Juni mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Kejadian gempa bumi ini sebagian besar merupakan aktivitas sesar lokal meliputi sesar Sorong, Ransiki, Yapen, Kaimana dan beberapa kejadian merupakan akibat aktivitas subduksi. Dari 140 Kejadian gempa bumi tersebut, terdapat 8 Kejadian gempa bumi yang dirasakan dan 5 diantaranya berada di wilayah Papua Barat dan 3 kejadian berada di luar wilayah Papua Barat sehingga kejadian tidak terlihat dalam peta seismitas seperti yang tergambar di bawah ini.


Sebagai informasi tambahan, sumber gempa bumi terbagi atas tiga kategori, yaitu daerah sesar, daerah subduksi, dan daerah background. Daerah subduksi adalah daerah pertemuan antara lempeng benua dan lempeng samudera, akibat pertemuan lempeng tersebut menyebabkan lempeng samudera menunjam kebawah. Daerah pertemuan lempeng tersebut merupakan daerah sumber gempa bumi. Sedangkan daerah Background adalah daerah yang belum diketahui apakah akibat sesar atau subduksi.

( Stasiun Geofisika Sorong | Diskominfo Kota Sorong )