Reading Time: 3 minutes

 206 total views,  3 views today

Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong melalui Bagian Perekonomian Daerah Kota Sorong, bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat, menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong, yang dilaksanakan di Gedung Lambert jitmau, Rabu (6/3/2024), pagi.

Penjabat Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk guna mempererat sinergi dan kolaborasi dalam kegiatan pengendalian inflasi di Kota Sorong, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HKBN) tahun 2024.

“Inflasi merupakan salah satu indikator penentu keberhasilan pembangunan ekonomi. Tingkat inflasi yang tinggi, mengakibatkan daya beli masyarakat menurun terhadap barang atau jasa yang dibutuhkannya. Inflasi yang tinggi juga akan memberikan dampak terhadap peningkatan kemiskinan,” kata Pj. Wali Kota.

Semakin terkendalinya inflasi hingga sekarang, sambungnya, merupakan hasil sinergi pengendalian inflasi Kota Sorong yang semakin solid, seiring didukung berbagai program yang semakin intensif dan terarah antar jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dalam mengawal pengendalian inflasi Kota Sorong.

Alhasil, dalam pencapaian TPID Kota Sorong, inflasi berada pada angka 1,57%, yang mana lebih rendah dari inflasi nasional bulan Februari sebesar 2,75%. Untuk Kota Sorong, TPID dan Forkopimda selalu aktif dalam berkoordinasi terkait kondisi inflasi, dan sering melakukan peninjauan serta inspeksi mendadak di sejumlah distributor barang dan pasar.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung laju pertumbuhan perekonomian, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan inflasi dalam menghadapi HKBN 2024. Harapannya, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat positif untuk mengantisipasi secara bersama-sama dalam pengendalian inflasi daerah.

“Oleh karena itu, saya berharap koordinasi dan sinergi antar dinas atau instansi yang telah terjalin, baik melalui TPID dan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan, dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi,” harap Pj. Wali Kota.

Lanjutnya, menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, perlu adanya kolaborasi dalam upaya antisipasi. Secara umum, peningkatan harga terutama terjadi pada periode H-10 ramadan, H+10 ramadan, dan H+10 lebaran, menjadi momentum penting pengawasan untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan di masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan proaktif semua pihak, terutama TPID, pihak pengendali inflasi pangan, serta stakeholder lainnya untuk menjaga stabilitas tata kelola harga pokok komoditas pangan.

“Kesiapan Pemerintah Kota Sorong sangat diperlukan dalam menghadapi hari raya Idul Fitri 2024, di tengah meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Dalam menghadapi hari raya Idul Fitri, sinergitas TPID dengan pihak terkait juga sangat diperlukan, khususnya dalam upaya stabilisasi harga, pengelolaan permintaan, menjaga kelancaran distribusi, serta menjamin ketersediaan yang sejalan dengan program Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif (4K).

“Dengan segala peran dan fungsinya, sudah sepatutnya TPID Kota Sorong turut mengupayakan pengendalian inflasi dan kestabilan pangan. Beberapa upaya dapat ditempuh seperti, koordinasi yang intens antar Pemerintah Kota Sorong, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan berbagai instansi yang tergabung dalam TPID,” paparnya lebih jauh.

Selain itu, sebutnya, TPID Kota Sorong perlu lebih cermat dalam mengendalikan harga. Monitoring harga bahan pokok sebaiknya tidak hanya dilakukan di pasar induk atau besar, melainkan juga dilakukan secara sampling di beberapa titik transaksi warga seperti swalayan, UMKM, atau pedagang sayur di pasar rakyat yang ada di setiap Distrik.

“Semoga High Level Meeting TPID inflasi kota Sorong dapat memberikan berbagai solusi atas tantangan yang kita hadapi,” tutup Pj. Wali Kota.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bagian Perekonomian Daerah Kota Sorong, Milan E. F. Latumeten, S.STP selaku moderator, Asisten Bidang Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Tamrin Tajuddin, S.T., M.M, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian selaku penyaji materi.

Selain itu, hadir juga TPID Kota Sorong, Forkopimda, pimpinan OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota Sorong, pihak BUMN, BUMD, pengusaha, dan pihak-pihak terkait lainnya. (Diskominfo Kota Sorong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *