Reading Time: 2 minutes

 973 total views,  2 views today

Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, M.M, menyerahkan bantuan biaya pendidikan (beasiswa) kepada mahasiswa asal suku Moi, yang diterima langsung oleh dua perwakilan mahasiswa moi, Rabu (12/1/2022) di Gedung Samu Siret Kantor Walikota Sorong, Papua Barat. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa tersebut sebanyak 184 orang, dengan jumlah masing-masing sebesar Rp10.000.000.
Dalam arahannya Wali Kota mengatakan, dengan diberikannnya bantuan beasiswa kepada mahasiswa moi, diharapkan dapat memacu semangat belajar untuk meraih kesuksesan, sehingga ke depan dapat bekerja dengan baik di tanah Moi.

“Kalau kita tidak sekolah dengan baik, maka kita gagal. Artinya, masa depan tidak lagi menjadi harapan. Jadi belajarlah baik-baik, serta dsiplin dalam menjalankan kewajiban di Kampus dengan baik,” pesan Wali Kota.
Menurutnya, bantuan beasiswa tahun ini agak terlambat, sehingga diharapkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah kota Sorong, untuk lebih memperhatikan penyaluran dana kepada mahasiswa moi, apabila sudah ada dana yang masuk.
Hal ini begitu penting, karena bantuan tersebut dapat menambah semangat kuliah bagi mahasiswa asal suku moi, sehingga mahasiswa tersebut dapat memperbaiki hidup ke depan, dimana generasi-generasi muda ini merupakan harapan keluarga dan harapan bersama.
“Kelak mereka dapat selesai, sehingga dapat bekerja dengan baik. Tapi kalau kita tidak dukung mereka, siapa lagi yang bisa diharapkan? Adik-adik ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tutur Wali Kota.
Lanjutnya, dengan menjadi tanggung jawab bersama, bukan berarti harus selalu memberikan sesuatu. Namun arahan dan motivasi itu juga perlu diberikan, sehingga mahasiswa asal suku moi dapat mempunya semangat kuliah, dan memiliki tekad untuk menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya.
“Tahun lalu saya pernah sampaikan, agar mahasiswa moi yang akan mengakhiri studi atau mengerjakan skripsi, agar dapat memberikan proposal. Nanti saya bisa bantu. Pengalaman saya, kalau dana tidak ada, skripsi dan semester bisa tertunda. Tunda dan tunda dan kahirnya menjadi mahasiswa abadi,” sebut Wali Kota.
Di waktu terpisah, Wali Kota saat diwawancarai mengungkapkan, dirinya sudah memberi bantuan kepada mahasiswa asal suku Moi sebanyak tiga kali. Sedang untuk mahasiswa yang akan mengerjakan skripsi, dapat memasukkan proposal disertai surat keterangan dari kampus yang menyatakan bahwa mahasiswa tersebut benar-benar lagi melakukan kegiatan studi akhir.
Harapannya, jumlah beasiswa yang diberikan sudah termasuk besar. Oleh karena itu, dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan kuliah, sehingga dapat menyelesaikan perkuliahan selesai dengan baik. Dengan begitu, ijazah yang dimiliki dapat digunakan untuk mencari pekerjaan di manapun saja berada. (Diskominfo Kota Sorong)