Yayasan Noken Papua Beri Penghargaan Noken Unesco Award 2018 Pada Pemkot Sorong


Penulis : Abraham | Senin,03 Desember 2018

17

Pencetus Noken Papua ke Unesco, Titus Pikei, SH.,M.Si saat memberi piagam penghargaan dan noken kepada Walikota Sorong, Drs. Ec. L. Jitmau, MM

Kota Sorong - Sehubungan dengan penetapan Noken Papua sebagai warisan budaya tak benda atau warisan dunia oleh Lembaga Kebudayaan Dunia di Markas Unesco Paris pada 4 Desember 2012 hingga saat ini, dan juga untuk merayakan hari Noken yang ke enam tahun, maka Noken Papua Foundation atau Yayasan Noken papua memberikan Penganugerahan Piagam Penghargaan Noken Unesco atau dikenal Noken Unesco Award 2018 kepada pemerintah Kota Sorong melalui Pencetus Noken Papua ke Unesco, Titus Pikei, SH.,M.Si yang diterima langsung Walikota Sorong, Drs. Ec. L. Jitmau, MM.

Titus Pikei dalam arahan singkat mengatakan, penghargaan tersebut bertujuan agar pada waktu ke depan, dapat menjaring semua komponen pengrajin noken dari berbagai komunitas pengrajin noken di Kota Sorong. Sedang untuk budidaya bahan baku hutan dan lingkungan, dapat didata bersama para tetua adat atau kepala suku, kemudian disampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sehingga dapat diberi solusi untuk melakukan budidaya bahan baku noken.

“Kalau budidaya bahan baku, harus tua-tua adat tidak boleh langsung pikir jual tanah. Tetapi di atas tanah ini dapat dilakukan budidaya bahan baku noken, agar dapat digunakan beberapa tahun mendatang. Jadi tidak perlu keluar duit banyak, tinggal ambil gratis tapi dapat untung. Ini pesan saya kepada semua pihak termasuk pemerintah Kota Sorong beserta jajarannya, agar dapat menjaga hutan dan lingkungan sekitar, terlebih pohon bahan baku noken”, jelas Titus.

Walikota Sorong dalam arahannya mengatakan, Titus adalah aset penting di Tanah Papua, dimana Titus dapat membawa tanah Papua ke masa depan yang lebih baik.

“Saudaraku Titus Pikei adalah putra terbaik di tanah papua, orang yang punya gagasan untuk mengangkat budaya tanah papua ke dunia internasional. Unesco bukan ada di tanah Papua, bukan ada di kepala Burung, tapi lembaga Internasional, sehingga semua orang bisa melihat kebudayaan kita melalui noken”, kata Walikota sambil mengatakan, “ Mari kita lestarikan budaya di tanah ini, sehingga anak cucu kita tetap mengetahui bahwa noken ada di tanah ini”.

Pemberian penghargaan ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah Kota Sorong yang memberlakukan penggunaan noken (Wajib) pada hari Kamis, terlebih pada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di lingkungan pemerintah Kota Sorong. (Kominfo kota Sorong)