Stok Beras dan Gula Di Kota Sorong Aman Hingga Akhir Lebaran


Penulis : Administrator | Jumat,31 Agustus 2018

9

Peninajauan Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong dan Kepala Bulog Kota Sorong

Kota Sorong - Stok beras dan gula di Kota Sorong untuk 4 (empat) bulan ke depan masih cukup. Demikian ditegaskan Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian perdagangan, Sutriono Edi saat diwawancarai disela-sela kunjungan kerjanya di Kota Sorong, Rabu (25/4/2018). Dijelaskan, Bulog Sorong hingga saat ini memiliki 2.900 ton beras di gudang dan 3.000 ton beras yang masih berada di pelabuhan. Sedang gula, untuk di gudang terdapat 400 ton dan di pelabuhan ada 300 ton.

“Jadi totalnya, Bulog Sorong memiliki 5.900 ton beras dan   700 ton lebih gula. Sedang stok gula pada distributor saat melakukan peninjauan tadi, cukup untuk selama masa puasa dan lebaran. Jadi secara umum, saya rasa stok di kota Sorong sudah cukup, baik di distributor, bulog maupun di pasar”, papar Sutriono saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka pemantauan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok di Kota Sorong .

               Dalam kunjungan kerja ini, Tim nya bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong dan Kepala Bulog Sorong telah melakukan peninjaun pada 5 (lima) lokasi yaitu, Gudang PT. Maria Utama, Gudang UD. Bone Indah, Ritel Modern Jupiter, Pasar Sentral Remu dan berakhir Gudang Dolog Bulog Kota Sorong.

               Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET), Sutriono menegaskan bahwa harga gula baik yang bermerek dan tidak bermerek sudah seusia dengan HET. Untuk beras, baik yang medium dan premium lebih banyak juga sudah sesuai HET. Dengan adanya beras bulog, maka Bulog sendiri akan mensuplai beras tersebut ke Pasar.

“Jadi kami tujuannya ke sini adalah, kalau ada yang belum, teman-teman bulog akan siap penetrasi langsung. Dengan stok yang cukup ini, bulog akan monitor dengan mitra-mitranya, karena harga ada yang dibawah HET, tapi ada juga yang diatas HET. Nanti akan dipenetrasi oleh teman-teman, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan ke pasar lagi”, katanya sambil melanjutkan, “Soal harga sembako, ada yang turun, stabil dan naik. Namanya juga musiman. Seperti bawang dan beberapa bahan pokok lainnya yang tidak diproduksi di Papua, bisa saja melonjak naik dan turun sesuai dengan musim yang ada pada daerah asal tempat bahan tersebut didatangkan”.

               Kunjungan kerja ini, lanjut Sutriono, akan berlanjut dengan kegiatan Rapat kordinasi Daerah (Rakorda), di Manokwari pada hari Kamis (26/4/2018) pada pukul 13.00 Wit, dimana kementerian Perdagangan dan Gubernur, bersama dengan dinas-dinas perdagangan dan pertanian, distributor, Satgas Pangan, Bank Indonesia, pihak swasta dan BUMN se Papua barat, akan memetakan jumlah suplai dan langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya.

               “Jadi kami ke sini untuk mengambil sampel, sehingga pada Rakorda nanti kami sudah tahu kalau untuk Papua Barat, suplai di bulog berapa, distributor berapa, yang kurang dimana dan langkah apa yang akan diambil”, jelasnya.

               Di waktu terpisah, Kepala Bulog Sorong, Muhammad Said menegaskan ulang bahwa stok beras dan gula pada Kota Sorong cukup untuk 4 (empat) bulan ke depan. Soal antisipasi harga, pihaknya terbuka jika tidak dapat melakukan pengawasan setiap hari di lapangan. Karenanya, Ka.Bulog sangat mengharapkan bantuan dari warga dan juga media untuk turut mengawasi.

               “Jadi kami harapkan ada juga laporan dari masyarakat dan teman-teman pers. Untuk lebaran, kami sendiri sudah siap dan dari hasil peninjauan di lapangan, ternyata stok di distributor pun telah siap hingga akhir lebaran. Soal pengawasan harga, kami akan bertemu dengan dinas perdagangan dan satgas pangan. Dari pertemuan tersebut kami akan tindak lanjut dengan turun ke lapangan, sehingga dapat mengecek langsung harga-harga dan langkah apa yang akan diambil”, akunya mengakhiri. (*)